Pulau Biawak
dijadikan sebagai objek wisata bahari dengan taman laut dan ikan hias yang
indah serta terumbu karang yang asri. Pasir putih tanaman bakau dan mangrove
yang cukup lengkap jenisnya, koloni biawak dan menara mercusuar yang di bangun
oleh ZN. Willem pada tahun 1872 mempunyai daya tarik historis terutama bagi
wisatawan yang tertarik dengan bangunan-bangunan kuno. Adapun aktivitas
rekreasi yang dapat di lakukan di Pulau Biawak ini adalah selam, mancing,
snorkeling dan wisata petualangan. Pulau biawak sendiri mempunyai luas 120 ha
terletak 40 km sebelah utara Kota Indramayu yang dapat di jangkau dengan perahu
nelayan.
Pulau Biawak yang
terletak di kawasan perairan Laut Indramayu, merupakan aset Pemerintah
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat yang dibanggakan hingga saat ini.
Pemerintah setempat pun tampaknya tak segan-segan untuk mengucurkan dana bagi
perbaikan, pembenahan, dan upaya-upaya pengelolaan pulau paling unik di Kota
Mangga Indramayu itu.
Ciri khas Pulau
Biawak tersebut, konon, karena dihuni kawanan biawak purba yang masih langgeng
keberadaannya hingga kini. Selain itu biota lautnya yang masih alami dan asri,
belum banyak terganggu oleh ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Pengawasan ketat pun dilakukan petugas yang diterjunkan dari Dinas Perikanan
dan Kelautan Kabupaten Indramayu.
Para wisatawan yang
berkunjung ke sana, semuanya dilarang merusak atau mengambil sesuatu yang
dianggap merusak keasrian Pulau Biawak. Untuk menjaga hal-hal yang tak
diinginkan, wisatawan akan dipandu oleh petugas yang sudah disiapkan pihak
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu.
Petunjuk awal,
sebelum ke Pulau Biawak, sebaiknya menghubungi atau berkoordinasi dulu dengan
pihak Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Karena segala informasi dan
hal-hal lainnya yang dubutuhkan bagi wisatawan bakal dijelaskan petugas di
kantor tersebut. Kemudian,
para wisatawan pun tidak susah-susah mencari kapal atau sarana angkutan laut
untuk menuju ke Pulau Biawak. Lantaran, pihak Dinas Perikanan dan Kelautan
Kabupaten Indramayu sidah menyiapkan kapal motor besar yang khusus mengantarkan
para pelancong.
Gambar kapalnya cukup
mudah dikenali. Karena bergambar binatang melata “Biawak” yang diduga untuk menggambarkan
sarana angkutan menuju Pulau Biawak. Kapal motor ini, ada tulisan Bantuan
Departemen Perikanan dan Kelautan yang sudah nongkrong sejak 2008 di tepi
Pantai Karangsong Indramayu.
Yang perlu
dipersiapkan para wisatawam, barangkali perbekalan secukupnya dan kesiapan
fisiknya karena harus mengarungi lautan Indramayu yang bergelombang. Siapa
tahu, apa yang dibutuhkan wisatawan belum tersedia di sana, karena betapa susah
dan jauhnya sarana untuk berbelanja. Maklum, sebuah pulau di tengah lautan yang
masih termasuk belum rutin dikunjungi banyak orang. Namun segala macam
sarananya, sudah dibuat secara bertahap sejak beberapa tahun lalu. Sehingga
para wisatawan akan dimanjakan untuk menikmati panorama alami di Pulau Biawak
tersebut.
Kalau
sudah sampai di Pulau Biawak, para wisatawan akan menikmati keindahan alam yang
asri dari pulau yang sejak ratusan tahun silam telah berdiri mercusuar buatan
pemerintahan Belanda, sekitar ratusan kawanan biawak purba, dan bisa berziarah
di makam Syekh Syarif Khasan (konon, muridnya Sunan Gunung Jati) itu. Dan dalam
rangka memeberikan kenyaman an kepada para wisatawan, biota laut dan darat pun
dijaga ketat.
Kepala Dinas
Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, Ir. Abdul Rosyid Hakim mengatakan,
pihaknya tengah mengupayakan untuk membuat Pulau Biawak sebagai area wisata
yang menyenangkan. Oleh karena itu, kata dia, secara bertahap dibangun berbagai
sarana untuk lebih memudahkan jangkauan wisatawan, dan membuat nyaman
pengunjungnya. Sehingga sudah dibuat dermaga, bungalau, posko, dan lain-lain.
“Kami mengupayakan, keberadaan Pulau Biawak mampu memberikan manfaat bagi semua pihak. Ke depannya, mampu mendulang devisa bagi kas Pendapatan Asli Daerah Setempat (PADS),” ujarnya.
“Kami mengupayakan, keberadaan Pulau Biawak mampu memberikan manfaat bagi semua pihak. Ke depannya, mampu mendulang devisa bagi kas Pendapatan Asli Daerah Setempat (PADS),” ujarnya.
Kesungguhan
penanganan dan pengelolaan Pulau Biawak pernah disampaikan Bupati Indramayu, H.
Irianto MS Syafiuddin (Yance) dalam sidang paripurna Parlemen Bumi Wiralodra
Indramayu, Jumat (13/3) dalam Pidato Penghantaran Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban Bupati Indramayu Tahun Anggaran 2008.
Selain mengungkap
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Indramayu Tahun 2008 –
2025, Bupati Yance (sapaan akrab H. Irianto MS Syafiuddin) menyebutkan, bahwa
Pulau Biawak merupakan area pengelolaan kawasan khusus. Sehingga Pulau Biawak
dibagi menjadi 2 (dua) zona, yakni Zona Inti dan Zona Pengembangan.
Dijelaskan, Zona Inti
merupakan perlindungan biota maupun fauna laut dan darat, serta dilarang
menjadi fungsi lain. Sedangkan Zona Pengembangan, kawasan Pulau Biawak
difungsikan untuk pengembangan obyek wisata ekonomi, seperti budidaya laut
terbatas, penangkapan ikan terbatas, dan Wisata Bahari.
sumber :


Selamat datang di
BalasHapushttp://myblog.iaincirebon.ac.id , Tetap semangat menulis dan share
Ilmu pengetahuan
Admin MyBlog IAIN Cirebon
saluky